Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula

Pendidikan Karakter Bagi Anak Bangsa

Pendidikan merupakan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan dan bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, sehingga menjadi pribadi yang.....

Perkembangan Kurikulum 1947 Sampai 2013

Sejarah mencatat bahwa Kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia yakni kurikulum 1947 sampai kurikulum 2013, kurikulum tersebut mengalami pembaruan-pembaruan mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin modern......

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan.....

Kurikulum 2013 Di Indonesia

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah......

Minggu, 09 April 2017

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)




Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). 

Konsep Dasar KTSP
Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 

KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut :
1.   Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 
2.   Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. 


Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:

KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik 
daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. 
Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. 

Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. 

KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. 

KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisisen, dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. 

Dalam KTSP, pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah.

Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 

1.   Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 
2.   Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. 
3.   Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. 


Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Oleh Karen itu, KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn, terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut.

1.   Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. 
2.   Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. 
3.   Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. 
4.   Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bila mana dikontrol oleh masyarakat sekitar. 
5.   Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dam masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin untuk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. 
6.   Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk   meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat. 
7.   Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP. 


Landasan KTSP 

1.   UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 
2.   PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 
3.   Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi 
4.   Permendiknas No.23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan 
5.   Permendiknas No.24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No.22 dan 23Tahun 2006 


Ciri-ciri KTSP 

1.   KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. 
2.   Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 
3.   Guru harus mandiri dan kreatif. 
4.   Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.


Demikianlah artikel mengenai Kurikulum KTSP, Semoga bermanfaat bagi anda :)

Sumber: http://alvyanto.blogspot.com/2010/04/kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan.html#ixzz4dkbRuGnW Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Sabtu, 08 April 2017

KURIKULUM 2013 DI INDONESIA


Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.
Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, sedangkan pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.[1]
Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.
Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, nomor 60 tahun 2014 tanggal 11 Desember 2014, pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan dan sekolah-sekolah untuk sementara kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kecuali bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang sudah melaksanakannya selama 3 (tiga) semester, satuan pendidikan usia dini, dan satuan pendidikan khusus. Penghentian tersebut bersifat sementara, paling lama sampai tahun pelajaran 2019/2020.

ASPEK PENILAIAN
Sikap dan perilaku (moral) adalah aspek penilaian yang teramat penting (nilai aspek 60%). Apabila salah seorang siswa melakukan sikap buruk, maka dianggap seluruh nilainya kurang. Ada empat aspek penilaian dalam K-13:
  1.          pengetahuan (KI-3);
  2.          keterampilan (KI-4);
  3.          sosial (KI-2); dan
  4.          spiritual (KI-1).

LAPORAN BELAJAR
Penilaian untuk kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan huruf dan angka dengan skala 1,00 (D) - 4,00 (A) dengan rincian sebagai berikut:
Angka
Huruf
1,00-1,17
D
1,18-1,50
D+
1,51-1,84
C-
1,85-2,17
C
2,18-2,50
C+
2,51-2,84
B-
2,85-3,17
B
3,18-3,50
B+
3,51-3,84
A-
3,85-4,00
A
PERATURAN KURIKULUM 2013
Ada beberapa Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Kurikulum 2013, yaitu:
  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru KeterampilanKomputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah
  13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 157 Tahun 2014 tentang Kurikulum Pendidikan Khusus
  17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 159 Tahun 2014 tentang Evaluasi Kurikulum
  19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013
Demikian artikel mengenai KURIKULUM 2013 DI INDONESIA, Semoga bermanfaat.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013

JAM SEKOLAH DI INDONESIA DAN DI BERBAGAI NEGARA


Siswa di Indonesia sering kali mengeluh terhadap jam sekolah yang dianggap terlalu lama. Apakah itu jadwal masuk yang terlalu pagi atau pulang sekolah yang terlalu sore. 

Meskipun begitu, harusnya patut bersyukur. Karena jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia termasuk yang memiliki jam sekolah sedikit.

Berikut perbandingan jam sekolah di berbagi negara :

1. Indonesia
SD   : 07.00 - 12.00
SMP : 07.00 - 13.00
SMA : 07.00 - 13.30

2. Singapura
SD   : 07.30 - 13.00
SMP : 07.30 - 15.00
SMA : 07.30 - 16.00

3. Korea Selatan
SD   : 08.00 - 13.00
SMP : 08.00 - 16.30
SMA : 08.00 - 17.00 + kelas tambahan : 17.00 - 22.00

4. China
SD   : 06.30 - 15.00
SMP : 06.30 - 17.00
SMA : 06.30 - 19.00 + kelas tambahan : 19.00 - 22.30

5. Jepang
SD   : 08.30 - 13.00
SMP : 08.30 - 15.30
SMA : 08.30 - 19.00


6. Inggris
First School (Umur 4-9) : 09.00 - 15.00
Middle school (Umur 9-13) : 08.40 - 15.30
Upper school (Umur 13-16 ke atas) : 08.30 - 15.15

7. Amerika Serikat
SD   : 08.40 - 15.15
SMP : 07.50 - 14.50
SMA : 08.15 - 15.15

8. Finlandia
SD - SMP di Finlandia hanya belajar sekitar 4-5 jam per hari. Itu pun dengan pembagian 45 menit belajar dan 15 menit istirahat per jamnya. Sedangkan untuk SMA, sistem pelajarannya sama dengan kuliah yakni siswa hanya datang pada mata pelajaran yang mereka pilih sesuai kemampuan dan bakat.

Demikian artikel mengenai JAM SEKOLAH DI BERBAGAI DUNIA DAN INDONESIA, semoga bermanfaat.

Sumberhttps://www.brilio.net/news/ini-jam-sekolah-di-berbagai-negara-indonesia-patut-bersyukur-jam-sekolah-di-berbagai-negara-150621g.html

NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Pemeringkatan ini diukur berdasarkan berbagai faktor, termasuk nilai test tingkat internasional, tingkat kelulusan antara tahun 2006 hingga 2010, dan prevalensi pencari pendidikan tinggi.
Meski pun pendanaan merupakan faktor penting dalam sistem pendidikan yang kuat, budaya yang mendukung pembelajaran ternyata jauh lebih penting – seperti yang dibuktikan oleh negara-negara Asia yang termasuk dalam peringkat ini, di mana pendidikan sangat dihargai dan orang tua memiliki harapan besar kepada pendidikan anak-anak nya. Sementara Finlandia dan Korea Selatan sangat berbeda dalam metode pengajaran dan pembelajaran, mereka memegang tempat teratas karena keyakinan sosial bersama akan pentingnya pendidikan dan “tujuan moral yang mendasarinya.”
Pentingnya guru berkualitas tinggi dan meningkatkan kualitas perekrutan tenaga pendidik adalah faktor yang tidak kalah penting. Pemeringkatan ini menunjukkan, bagaimanapun, bahwa tidak ada korelasi yang jelas antara gaji yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih baik.

Berikut beberapa negara dengan pendidikan terbaik :
10. Kanada
Sistem pendidikan di Kanada mencakup sekolah private dan sekolah swasta, termasuk: perguruan tinggi / lembaga teknis, institut kejuruan, sekolah bahasa, sekolah menengah, kamp musim panas, dan universitas.
Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah provinsi di bawah konstitusi Kanada, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara sistem pendidikan di masing-masing provinsi. Namun pemerintah Kanada menerapkan standar tinggi secara seragam di setiap provinsi.
Secara umum, anak-anak Kanada memulai pendidikan dari TK untuk satu atau dua tahun pada usia empat atau lima tahun. Semua anak-anak mulai pendidikan tingkat satu pada usia sekitar enam tahun. Tahun ajaran biasanya berlangsung mulai September sampai Juni berikutnya, tetapi dalam beberapa kasus, terkadang dimulai pada Januari. Sekolah menengah dimulai dari Kelas 11 atau 12, tergantung pada provinsi. Setelah itu, siswa dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas, perguruan tinggi atau studi Cegep. CEGEP adalah akronim dalam bahasa Perancis yang berarti Institut Pendidikan Kejuruan, dan dua tahun pendidikan umum atau tiga tahun pendidikan teknis antara sekolah menengah dan universitas. Provinsi Quebec memiliki sistem Cegep.
Tidak ada peringkat resmi untuk Institusi pendidikan di Kanada, tetapi Anda akan menemukan lembaga yang berkualitas di seluruh negeri. Ketika memilih sekolah di Kanada, pertimbangkan tipe, ukuran dan lokasi lembaga. Jika Anda tertarik melakukan studi di daerah tertentu, pilihlah sekolah yang menawarkan bidang yang anda butuhkan.IMG_1794.JPG
9. Swiss
Swiss memiliki sistem pendidikan desentralisasi. Sebagian besar keputusan tentang penyelenggaraan sekolah dasar dan menengah diambil di tingkat kewilayahan. Itu juga merupakan kanton yang menyediakan sebagian besar pembiayaan.
Swiss tidak memiliki menteri federal pendidikan. Namun demikian, beberapa aspek organisasi dari sistem pendidikan berlaku di seluruh negeri. Ini termasuk durasi tahun ajaran, dan jumlah tahun wajib belajar.
Di daerah kanton lain, secara tradisional memiliki tingkat otonomi yang besar.
Setiap canton memiliki kepala pendidikan, yang semuanya bersama-sama membentuk Konferensi Cantonal Swiss Menteri Pendidikan (EDK dalam bahasa Jerman). EDK memainkan peran penting dalam membahas dan mengkoordinasikan kebijakan pendidikan, dan dalam menekankan nilai-nilai tertentu dalam pendidikan.
IMG_1796-0.JPG
8. Selandia Baru
Sistem pendidikan di Selandia Baru memiliki tiga tingkatan – pendidikan anak usia dini, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi – di mana siswa dapat mengikuti berbagai jalur yang fleksibel.
Sistem dirancang untuk mengenali kemampuan yang berbeda, keyakinan agama, kelompok etnis, tingkat pendapatan, ide-ide tentang pengajaran dan pembelajaran, dan memungkinkan penyedia pendidikan untuk mengembangkan karakter khusus mereka sendiri.
Kebijakan nasional dan kerangka kerja untuk regulasi dan bimbingan, persyaratan dan pengaturan pendanaan ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dikelola melalui badan-badan tersebut. Kewenangan administratif untuk sebagian besar pelayanan pendidikan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, yang diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Selandia Baru memiliki sistem jaminan kualitas yang kuat yang memastikan konsistensi, pendidikan berkualitas tinggi di semua tingkat sistem pendidikan, baik negeri maupun swasta.
IMG_1799.JPG
7. Belanda
Pendidikan di Belanda terdiri dari tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Tingkat ini membentuk jalur studi, yang mengarah ke berbagai jenis. Struktur ini sangat fleksibel dan bermanfaat bagi siswa karena mereka dapat beralih pendidikan mereka dari satu studi dengan jalur yang lain untuk memecahkan kemungkinan kesulitan yang mereka hadapi dan mencapai tujuan pendidikan mereka.
Standar kualitas Sistem pendidikan Belanda diterapkan oleh hukum yang dikeluarkan pada tahun 1815. Menurut hukum itu, setiap program studi di negara ini harus diakreditasi oleh Pemerintah atau organisasi yang sesuai.
Belanda menjadi negara non-berbahasa Inggris pertama yang mulai menawarkan pendidikan bagi siswa dari luar negeri. Sekolah internasional memadukan sistem pendidikan Belanda dan internasional untuk pendidikan menengah, yang membedakan mereka dari sekolah-sekolah di negara-negara berbahasa Inggris yang lazim nya menetapkan kurikulum nasional.
Di Belanda, siswa dapat mengikuti program berdasarkan kurikulum dari negara-negara lain (Inggris atau AS) atau kurikulum internasional yang dikembangkan khusus: International Baccalaureate (IB). Semua program yang diakui secara internasional dan memungkinkan siswa untuk mendapatkan akses ke perguruan tinggi di negara manapun di dunia.
Ketika siswa mendapatkan gelar diploma sekolah menengah dan memenuhi persyaratan penerimaan lain, mereka dapat mengajukan permohonan untuk program gelar di universitas Belanda.
IMG_1800-0.JPG
6. Britania Raya
Pendidikan di Britania Raya didelegasikan kepada masing-masing negara di Britania Raya yang memiliki sistem yang terpisah di bawah pemerintahan terpisah: Pemerintah Inggris bertanggung jawab untuk Inggris; Pemerintah Skotlandia, Pemerintah Wales dan Eksekutif Irlandia Utara bertanggung jawab untuk Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.
Di setiap negara ada lima tahapan pendidikan: pendidikan awal, primer, sekunder, Pendidikan Lanjutan (FE) dan Perguruan Tinggi (PT). Undang-undang menyatakan bahwa pendidikan purna waktu adalah wajib untuk semua anak berusia 5 tahun (. 4 tahun di Irlandia Utara) dan 16 tahun, yang merupakan Usia Wajib Sekolah (CSA). Pendidikan ini tidak perlu berada di sekolah dan semakin banyak orang tua memilih untuk melakukan kegiatan pendidikan di rumah.
Kurikulum Nasional (NC), dibentuk pada tahun 1988, menyediakan kerangka kerja untuk pendidikan di Inggris dan Wales antara usia 5 dan 18 tahun. Meskipun NC tidak wajib diikuti oleh sebagian besar sekolah negeri, tetapi banyak sekolah swasta, akademi, sekolah gratis dan pendidikan di rumah mendesain kurikulum sendiri. Di Skotlandia program wajib belajar nya pada umur 5-14 tahun, dan di Irlandia Utara terdapat program kurikulum umum.
IMG_1801.JPG
5. Singapura
Departemen Pendidikan bertujuan untuk membantu siswa untuk menemukan bakat mereka sendiri, untuk menggali bakat terbaik mereka dan menyadari potensi penuh mereka, dan untuk mengembangkan semangat untuk belajar yang berlangsung sepanjang hidup.
Singapura memiliki sistem pendidikan yang kuat. Siswa Singapura bercita-cita tinggi dan mereka mencapai hasil yang sangat baik. Hal ini diakui di seluruh dunia. Dengan memiliki sekolah yang baik, dengan pemimpin sekolah dan guru yang berkualitas, dan fasilitas yang terbaik di dunia.
Singapura sedang membangun kekuatan ini untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk masa depan. Ini adalah masa depan yang membawa peluang yang sangat besar, terutama di Asia, tetapi juga akan membawa banyak perubahan yang kita tidak bisa ramalkan. Tugas sekolah dan perguruan tinggi adalah untuk memberikan anak-anak muda kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, karakter dan nilai-nilai yang akan memungkinkan mereka untuk terus melakukannya dengan baik dan membuat Singapura lebih maju.
Singapura telah bergerak dalam beberapa tahun terakhir menuju sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan beragam. Tujuannya adalah untuk memberikan siswa berbagai pilihan yang lebih besar untuk memenuhi kepentingan yang berbeda dan cara belajar. Mampu memilih apa dan bagaimana mereka belajar akan mendorong mereka untuk mengambil kepemilikan yang lebih besar dari pembelajaran mereka. Singapura juga memberikan siswa pendidikan yang lebih berbasis luas untuk memastikan mereka semua adalah siswa yang berkualitas.
Pendekatan ini dalam pendidikan akan memungkinkan untuk memelihara anak-anak muda dengan keahlian yang berbeda yang mereka butuhkan untuk masa depan. Pemerintah Singapura berusaha untuk membantu setiap anak menemukan bakatnya sendiri, dan tumbuh dan muncul dari kemampuannya. Tenaga pengajar di sini akan mendorong mereka untuk mengikuti naluri mereka, dan mempromosikan keragaman bakat di antara mereka – dalam bidang akademik, dan dalam olahraga dan seni.
Tradisi mereka adalah memelihara anak-anak muda Singapura yang mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban, dan yang bersedia untuk berpikir dengan cara baru, memecahkan masalah baru dan menciptakan peluang baru untuk masa depan. Dan, tak kalah penting, ingin membantu anak muda untuk membangun seperangkat nilai-nilai sehingga mereka memiliki kekuatan karakter dan ketahanan untuk menghadapi kemunduran yang tak terelakkan dalam hidup tanpa perlu berkecil hati, dan sehingga mereka memiliki kemauan untuk bekerja keras untuk mencapai impian mereka.
IMG_1802.JPG
4. Jepang
Sistem pendidikan Jepang direformasi setelah Perang Dunia II. Sistem Lama 6-5-3-3 berubah menjadi sistem 6-3-3-4 (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun Universitas) dengan mengacu ke sistem Amerika. Gimukyoiku (wajib belajar) 9 tahun, 6 di shougakkou (SD) dan 3 di chuugakkou (SMP).
Jepang memiliki salah satu populasi di dunia yang paling berpendidikan, dengan 100% pendaftaran di kelas wajib dan buta huruf. Meskipun tidak wajib, SMA (koukou) pendaftaran nya adalah lebih dari 96% secara nasional dan hampir 100% di kota-kota. Sekitar 46% dari semua lulusan SMA melanjutkan ke universitas atau perguruan tinggi junior.
Departemen Pendidikan mengawasi kurikulum, buku teks, kelas dan mempertahankan tingkat pendidikan yang seragam di seluruh negeri. Akibatnya, standar pendidikan yang tinggi menyebar merata di seantero Jepang.
Sebagian besar sekolah beroperasi pada sistem jangka tiga tahun dengan tahun ajaran baru mulai pada bulan April. Sistem pendidikan modern dimulai pada tahun 1872, dan adalah model utama setelah sistem sekolah Perancis, yang dimulai pada bulan April. Tahun fiskal di Jepang juga dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan Maret tahun berikutnya, yang lebih nyaman dalam banyak aspek.
April adalah puncak musim semi saat cherry blossom (bunga yang paling dicintai di Jepang!) Mekar dan waktu yang paling cocok untuk awal yang baru di Jepang. Perbedaan dalam sistem tahun ajaran sekolah menyebabkan beberapa ketidaknyamanan untuk siswa yang ingin belajar di luar negeri. Setengah tahun yang terbuang hanya untuj menunggu masuk dan biasanya satu tahun lagi yang terbuang ketika kembali ke sistem universitas Jepang dan harus mengulang satu tahun .
Kecuali untuk tingkatan yang lebih rendah dari sekolah dasar, hari sekolah rata-rata pada hari kerja adalah 6 jam, yang membuatnya menjadi salah satu hari-hari sekolah terpanjang di dunia. Bahkan setelah selesai jam sekolah, anak-anak memiliki latihan dan pekerjaan rumah lain untuk membuat mereka sibuk. Liburan adalah 6 minggu di musim panas dan sekitar 2 minggu masing-masing untuk musim dingin dan musim semi.
Setiap kelas memiliki kelas tetap sendiri di mana mahasiswa mengambil semua kursus, kecuali untuk pelatihan praktis dan bekerja di laboratorium. Selama pendidikan dasar, dalam banyak kasus, satu guru mengajar semua mata pelajaran di masing-masing kelas. Sebagai hasil dari pertumbuhan penduduk yang cepat setelah Perang Dunia II, jumlah siswa di kelas SD atau SMP melebihi 50 siswa per kelas, tapi sekarang sudah ditekan di bawah 40 siswa per kelas. Di sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama, makan siang ( kyuushoku) disediakan pada menu standar, dan dilakukan di dalam kelas. Hampir semua SMP mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam sekolah (seifuku).
Perbedaan besar antara sistem sekolah Jepang dan sistem sekolah Amerika bahwa sistem Amerika menghormati individualitas sementara Jepang mengontrol individu dengan mengamati aturan kelompok. Hal ini membantu untuk menjelaskan karakteristik perilaku kelompok di Jepang.
IMG_1803.JPG
3. Hong Kong
Lebih dari 20% anggaran belanja pemerintah Hong Kong adalah untuk sektor pendidikan. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa Hong Kong telah mengembangkan sistem pendidikan yang sangat baik melayani mahasiswa lokal dan expatriat, juga sekelompok universitas kelas dunia.
 Tahun ajaran di Hong Kong dimulai pada musim gugur dan berakhir pada awal musim panas. Selama liburan utama termasuk Natal, Paskah, dan Tahun Baru Cina, sekolah diliburkan.
Struktur sistem pendidikan di Hong Kong didasarkan dari sistem Britania Raya. Dimulai pada usia tiga tahun memasuki TK. Setelah TK, siswa masuk enam tahun sekolah dasar. Masing-masing dari tiga tahun terakhir dari sekolah dasar diakhiri dengan pemeriksaan intens, yang menentukan sekolah menengah bagi setiap siswa yang memenuhi persyaratan.
Sekolah menengah dibagi menjadi dua tingkat: Junior dan Senior. Sekolah-sekolah menengah itu sendiri dibagi menjadi tiga kelompok. Tujuan pengelompokan ini adalah menentukan peringkat dalam urutan prestise akademik, dengan kelompok 1 yang paling bergengsi. Tentu, semakin baik peringkat ¨pengelompokan¨dari sekolah, semakin besar kesempatan yang diperoleh untuk masuk ke universitas bergengsi.
Akhir periode sekolah menengah ditandai dengan dua ujian, Sertifikat Ujian Pendidikan Hong Kong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hong Kong (HKALE). HKALE ini mirip dengan ujian A-Level di Inggris, dan nilai yang diperoleh siswa menjadi faktor penting dalam proses penerimaan di universitas.
Kurikulum sekolah umum Hong Kong diajarkan dalam bahasa Kanton, sebagian besar siswa internasional dan expat di Hong Kong mengikuti sekolah swasta dan internasional berdasarkan kurikulum dari negara asal mereka. Sekolah-sekolah ini dikelola oleh fakultas yang sangat berkualitas di Hong Kong maupun luar negeri. Banyak dari sekolah ini mengikuti kurikulum International Baccalaureate (IB).
Hong Kong memiliki delapan universitas yang sangat kompetitif, yang semuanya memiliki ruang untuk siswa internasional serta siswa lokal. Mereka juga menawarkan berbagai studi di luar negeri. Kuliah di universitas Hong Kong tidak murah, sekitar US $ 10.000 per tahun. Berkat dukungan dari pemerintah dan perusahaan swasta, namun, universitas menawarkan berbagai beasiswa dan bantuan paket keuangan. Dana pemerintah dan perusahaan swasta ini juga memastikan bahwa ada dana yang tersedia untuk pengembangan dan penelitian akademik.
Universitas Hong Kong menuntut kemampuan tingkat tinggi dalam bahasa Inggris, dan siswa yang non-penutur asli harus mengambil Test Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (TOEFL) sebelum masuk. Sekitar 66% dari siswa Hong Kong melanjutkan studi lebih lanjut setelah sekolah menengah.
Hong Kong saat ini sedang dalam proses reformasi pendidikan utama, yang dirancang untuk mengurangi jumlah ujian dalam kurikulum dan untuk menempatkan lebih banyak perhatian pada pengembangan pribadi. Ini termasuk penekanan pada perkembangan moral, layanan sipil dan kebugaran fisik. Masa satu tahun juga akan ditambahkan ke tingkat Senior sekolah menengah pada tahun 2012. Akhirnya, satu tahun tambahan akan ditambahkan ke jumlah tahun yang diperlukan untuk belajar untuk gelar Bachelor (saat ini tiga), yang berarti bahwa mahasiswa Hong Kong akan diminta untuk menempatkan standar empat tahun studi sarjana.
IMG_1804.PNG
2. Korea Selatan
Sekolah untuk semua anak berusia antara enam dan lima belas adalah gratis. SMA, untuk siswa usia 15-18, dikenakan biaya biaya kuliah untuk menambah dana dari pemerintah. Pembiayaan sekolah sangat terpusat, dengan sistem sekolah lokal yang berasal 80% dari pendapatan mereka dari anggaran belanja Kementerian Pendidikan Nasional, Sains dan Teknologi (MEST). Kementerian pusat langsung mendanai gaji guru di sekolah tingkat SD atau yang dibawah nya serta program prasekolah.
Sekolah swasta menerima sejumlah kecil dana pemerintah dan subsidi, tetapi dibiayai melalui biaya pendidikan dan dukungan dari donor swasta dan organisasi. Korea Selatan menghabiskan $ 7.434 per siswa di semua tingkat pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD dari $ 8.831. Namun, ini merupakan 7,6% dari PDB Korea Selatan dihabiskan untuk pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD sebesar 5,9%. Ini adalah persentase tertinggi kedua dari PDB dihabiskan untuk pendidikan antara negara-negara OECD.
Pemerintah Korea Selatan secara historis sangat terpusat, dan sistem pendidikan mencerminkan hal ini. Struktur tata kelola pendidikan sangat mirip dengan operasi pemerintah Korea lainnya, dengan inisiatif utama diproduksi dan didanai oleh kantor pusat dan dilakukan oleh yang lebih rendah, cabang regional dari kantor pusat. Semua kantor metropolitan, kota / daerah dan provinsi pendidikan harus mengambil arah kebijakan umum dari MEST, tetapi dapat membuat keputusan anggaran dan perekrutan untuk daerah masing-masing. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada upaya untuk mendesentralisasikan sistem dan memungkinkan lebih banyak pengambilan keputusan di tingkat sekolah. Setiap sekolah memiliki dewan sekolah sendiri dengan beberapa derajat otonomi dalam hal mempromosikan guru atau mengatur pengembangan profesional, tapi ini masih cukup terbatas.
Departemen Pendidikan meninggalkan sebagian besar proses perencanaan anggaran dan keputusan administratif kepada dinas pendidikan kota dan provinsi. Dewan sekolah lokal yang terpilih, meskipun mereka apolitis dan lebih dari 50% dari anggota dewan diwajibkan oleh hukum untuk memiliki minimal sepuluh tahun pengalaman di bidang pendidikan.
Sekolah dievaluasi setiap tahun oleh kelompok pemantau eksternal yang ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi. Mereka menyelesaikan inspeksi sekolah berdasarkan rencana evaluasi Departemen Pendidikan, yang menetapkan arah dan standar. Evaluasi sekolah, Ulasan teknik mengajar dan praktik pembelajaran, kurikulum dan kebutuhan mahasiswa. Departemen Pendidikan baru-baru ini telah menambahkan penghargaan berbasis kinerja sekolah di mana akan dipilih sekolah dengan performa terbaik untuk menerima bonus. Hasil evaluasi sekolah dilaporkan kepada publik.
Guru dievaluasi oleh kepala sekolah mereka meskipun kepala sekolah tidak memiliki kekuatan untuk langsung mengganjar atau menghukum guru berdasarkan evaluasi mereka. Namun demikian, diberikan insentif untuk kinerja tinggi. Salah satu insentif utama adalah sebutan dari “Guru Guru,” yang memberikan hak efektif, guru berpengalaman untuk gaji bulanan kecil di samping gaji normal mereka. Insentif tambahan mencakup bonus dan mempelajari peluang di luar negeri.
IMG_1805.JPG
1. Finlandia
Sebuah klasemen liga global yang baru, yang dibuat oleh Economist Intelligence Unit of Pearson, telah menempatkan Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Pemeringkatan ini berdasarkan gabungan dari hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010, seperti yang dilaporkan oleh BBC.
Untuk Finlandia, ini bukan lah kebetulan. Karena mereka menerapkan reformasi pendidikan secara besar-besaran 40 tahun yang lalu, sistem sekolah di negara itu secara konsisten di atas rata-rata sistem pendidikan internasional.
Tapi bagaimana mereka melakukannya?
Sederhana – dengan melawan, model-model sistem pendidikan yang umum digunakan oleh negara-negara Barat lain nya.
IMG_1806.JPG

Demikian artikel mengenai NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA, semoga bermanfaat.

Sumber : https://sulitabatigol.wordpress.com/2014/10/10/sepuluh-negara-dengan-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/